Astronom China, Wang Sichao memprediksi kedatangan mahluk luar angkasa atau unidentified flying object (UFO) dalam dua tahun, 2011 atau 2012.
Wang yang juga ahli planet-planet kecil mengeluarkan spekulasi ini pasca beberapa laporan penampakan UFO atau benda aneh di langit beberapa wilayah di China seperti Zhejiang, Hunan, Chongqing dan Xinjiang sejak bulan lalu.
Pernyataan Wang didasarkan fakta bahwa, "Keberadaan 2,5 miliar planet -- termasuk di Galaksi Bimasakti, sangat mungkin ada kehidupan dan peradaban berteknologi di sana."
"Antara Bumi dan peradaban luar angkasa itu baru dalam tahap pendekatan primer," tambah Wang.
Pernyataan astrofisikawan ternama, Stephen Hawking April lalu bahwa kedatangan Alien akan berdampak buruk bagi manusia dibantah Wang. Kata dia, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan.
Wang mendesak para ilmuwan untuk merancang dan membuat teleskop berteknologi lebih maju -- untuk mengamati benda terbang aneh yang muncul tiba-tiba. Kadang hanya dalam hitungan detik.
China pernah dihebohkan oleh penampakan benda misterius Rabu 7 Juli 2010 malam. Penampakan cahaya terang itu bahkan sempat mengganggu penerbangan. Benda itu diduga UFO.
Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China, sempat ditutup selama beberapa jam.
Belum dipastikan apa sebenarnya benda tersebut, namun Pakar senjata MIT, Geoffrey Forden mengatakan benda bercahaya itu diduga misil balistik China. Sementara, para ahli China menyimpulkan itu pesawat terbang biasa.
Sebelumnya, pada Minggu 18 April 2010 malam, penampakan benda misterius terang benderang terlihat di Chengdu.
Benda terang itu sempat berhenti, menggantung di udara selama beberapa menit. Lalu, tiba-tiba ia bergerak dengan kecepatan lebih lambat dari pesawat udara biasa. Sekitar pukul 20.51. kata saksi mata, Zhang, benda itu menghilang.
Rabu, 04 Agustus 2010
Popularitas Fiksi Ilmiah
Di awal bulan Juli 2010, teman saya yang memang profesinya adalah di bidang video digital, mengunggah video buatannya sendiri ke situs Youtube, lalu memberitahukannya ke milis yang saya ikuti. Videonya dibuat dari kantornya yang terletak di lantasi atas sebuah rumah bertingkat Kemang, menyorot lalu lalang kendaraan di jalan lalu panning ke langit memperlihatkan konvoi sekelompok kapal luar angkasa Star Destroyer dari saga fiksi ilmiah Star Wars karya George Lucas. Saya hanya melihatnya sepintas dan berpikir isengnya orang yang jago membuat video digital ya begini ini.
Namun apa yang terjadi tidak berapa lama kemudian? Terjadi kehebohan yang berawal dari internet, lalu ke media konvensional, berjudul “UFO di atas Kemang.” Saya takjub hal sepele seperti ini bisa dibahas nyaris selama seminggu di berbagai stasiun televisi! Pakar dari LIPI sampai diminta pendapatnya apakah video ini benar terjadi atau cuma rekayasa. Bagi orang-orang yang mengaku pernah menonton film Star Wars, seharusnya dengan sangat mudah tahu bahwa ini cuma video iseng belaka. Namun sayangnya, ada saja orang yang saat diwawancara oleh media online malah mengaku sudah pernah nonton Star Wars dan tidak pernah melihat pesawat angkasa seperti ini. Doh!
Perdebatan yang terjadi di forum internet yang mengangkat bahwa itu adalah Star Destroyer dari film Star Wars jumlahnya kalah banyak ketimbang yang membahas mengapa mereka yakin bahwa itu adalah video hasil rekayasa, mulai dari warga Kemang yang merasa tidak pernah melihat hal yang aneh di langit, sampai ada yang menunjukkan sedikit cacat editing pada video itu. Benar-benar membuat saya geleng kepala.
Dari peristiwa ini, saya menarik kesimpulan sederhana, bahwa pada dasarnya memang masyarakat Indonesia, walaupun sudah tinggal di perkotaan dan sudah terpapar ke internet, masih belum menyukai fiksi ilmiah, sehingga pada tidak tahu bahwa itu heboh “UFO di atas Kemang” itu sebenarnya hanyalah compositing antara adegan armada Star Destroyer di film Star Wars dengan rekaman amatir suasana Kemang. Ditambah lagi blow-up sensasional dari media mainstream konvensional yang jangkauannya jauh lebih luas, lengkaplah sudah kehebohan ini, seperti kutipan dari Shakespeare: much ado about nothing. Setiap stasiun TV seakan berlomba agar menjadi paling pertama menyiarkan hal ini, dan ini juga berlaku untuk setiap orang yang menyebarkan kehebohan sekaligus bertanya-tanya apakah video ini benar atau cuma rekayasa. Menyedihkan.
Memang tidak dapat dipungkiri, seperti tulisan saya sebelumnya, fiksi ilmiah memang masih sangat sedikit penggemarnya di Indonesia. Jika ada fiksi ilmiah yang populer di Indonesia, itu pasti fenomenal juga di dunia, contohnya seperti X-Files, yang memang merupakan perpaduan fiksi ilmiah dan misteri. Masih banyak yang tidak tahu apa itu Star Wars, apa itu Star Trek, dan apa beda dari keduanya. Saya bahkan bisa menghitung dengan jari berapa banyak teman dan kenalan saya yang ‘heboh’ menunggu kelanjutan serial televisi Fringe, yang memang season ketiga akan dilanjutkan bulan Agustus 2010 ini.
Akhir kata, teman saya curhat ke milis, kapok bikin video seperti itu lagi. Kantornya didatangi stasiun TV swasta, lalu masuk ke ruangannya, dan berusaha mengambil shot yang sama. Ditambah setelah itu dia ditegur oleh bosnya, padahal dia baru saja pindah tempat bekerja. Sebenarnya teman saya itu tidak salah juga, hanya saja Indonesia memang belum siap menikmati fiksi ilmiah.
Namun apa yang terjadi tidak berapa lama kemudian? Terjadi kehebohan yang berawal dari internet, lalu ke media konvensional, berjudul “UFO di atas Kemang.” Saya takjub hal sepele seperti ini bisa dibahas nyaris selama seminggu di berbagai stasiun televisi! Pakar dari LIPI sampai diminta pendapatnya apakah video ini benar terjadi atau cuma rekayasa. Bagi orang-orang yang mengaku pernah menonton film Star Wars, seharusnya dengan sangat mudah tahu bahwa ini cuma video iseng belaka. Namun sayangnya, ada saja orang yang saat diwawancara oleh media online malah mengaku sudah pernah nonton Star Wars dan tidak pernah melihat pesawat angkasa seperti ini. Doh!
Perdebatan yang terjadi di forum internet yang mengangkat bahwa itu adalah Star Destroyer dari film Star Wars jumlahnya kalah banyak ketimbang yang membahas mengapa mereka yakin bahwa itu adalah video hasil rekayasa, mulai dari warga Kemang yang merasa tidak pernah melihat hal yang aneh di langit, sampai ada yang menunjukkan sedikit cacat editing pada video itu. Benar-benar membuat saya geleng kepala.
Dari peristiwa ini, saya menarik kesimpulan sederhana, bahwa pada dasarnya memang masyarakat Indonesia, walaupun sudah tinggal di perkotaan dan sudah terpapar ke internet, masih belum menyukai fiksi ilmiah, sehingga pada tidak tahu bahwa itu heboh “UFO di atas Kemang” itu sebenarnya hanyalah compositing antara adegan armada Star Destroyer di film Star Wars dengan rekaman amatir suasana Kemang. Ditambah lagi blow-up sensasional dari media mainstream konvensional yang jangkauannya jauh lebih luas, lengkaplah sudah kehebohan ini, seperti kutipan dari Shakespeare: much ado about nothing. Setiap stasiun TV seakan berlomba agar menjadi paling pertama menyiarkan hal ini, dan ini juga berlaku untuk setiap orang yang menyebarkan kehebohan sekaligus bertanya-tanya apakah video ini benar atau cuma rekayasa. Menyedihkan.
Memang tidak dapat dipungkiri, seperti tulisan saya sebelumnya, fiksi ilmiah memang masih sangat sedikit penggemarnya di Indonesia. Jika ada fiksi ilmiah yang populer di Indonesia, itu pasti fenomenal juga di dunia, contohnya seperti X-Files, yang memang merupakan perpaduan fiksi ilmiah dan misteri. Masih banyak yang tidak tahu apa itu Star Wars, apa itu Star Trek, dan apa beda dari keduanya. Saya bahkan bisa menghitung dengan jari berapa banyak teman dan kenalan saya yang ‘heboh’ menunggu kelanjutan serial televisi Fringe, yang memang season ketiga akan dilanjutkan bulan Agustus 2010 ini.
Akhir kata, teman saya curhat ke milis, kapok bikin video seperti itu lagi. Kantornya didatangi stasiun TV swasta, lalu masuk ke ruangannya, dan berusaha mengambil shot yang sama. Ditambah setelah itu dia ditegur oleh bosnya, padahal dia baru saja pindah tempat bekerja. Sebenarnya teman saya itu tidak salah juga, hanya saja Indonesia memang belum siap menikmati fiksi ilmiah.
Minggu, 01 Agustus 2010
The Rapture Sulap Bengkel Night Park
The Rapture sukses menyulap Bengkel Night Park layaknya klub raksasa pada Jumat (30/7) malam. Konser yang diadakan dalam rangkuman acara Zootato Head itu berlangsung meriah dengan banyaknya pengunjung yang hadir untuk menyaksikan aksi keyboardist Chris Relyea, drummer Vito Roccoforte, dan gitaris/vokalis Luke Jenner.
Awal konser dibuka oleh penampilan Monkey To Millionaire pada 19.30 WIB dengan empat lagu yaitu Fakta Dan Citra, Lantai Merah, Strange Is The Song Of Our Conversation, dan Replika. Disusul dengan Naif yang mengandalkan enam lagu yang dilanjutkan aksi Agrikulture, Tika, Ras Muhamad, serta Edo Wallad yang berturut-turut menyanyikan satu lagu.
Hingga akhirnya tepat pukul 22.00 WIB, The Rapture naik ke atas pentas. Mereka langsung menyapa, "You wanna really beraking down?" kata Luke dan langsung membuka pertunjukan dengan lagu Don't Go Do It, yang disusul Pieces Of The People We Love, Get Myself Into It, dan The Devil. Istimewanya, di sela lagu, sang keyboardist memainkan saksofon.
Ketika lagu Whoo! Alright - Yeah... Uh Huh dan House Of Jealous Lover dilantunkan, semua ikut bernyanyi. Tempat yang dipenuhi sekitar 500 orang tersebut terlihat terhanyut dalam suasana Bengkel Night Park di SCBD, Jakarta Selatan.
Tak ketinggalan juga, The Rapture mempersembahkan aksi spesial mereka. "Kalian siap?" ujar Luke langsung menampilkan aksi gitar dan bass solo yang dimainkan dengan sengaja fade in and out.
Bukan hanya musik dance punk yang mereka tampilkan. Lagu tempo lambat yang bercerita tentang cinta Open Up Your Heart juga dipersembahkan. Hingga akhirnya lagu baru Sail Away menutup konser. Namun tak lama lagu The Rapture kembali naik ke atas pentas setelah banyak teriakan penonton. Mereka memberi bonus dua lagu, salah satunya lagu terbaru berjudul No Sex For Ben di pukul 23.05 WIB.
Awal konser dibuka oleh penampilan Monkey To Millionaire pada 19.30 WIB dengan empat lagu yaitu Fakta Dan Citra, Lantai Merah, Strange Is The Song Of Our Conversation, dan Replika. Disusul dengan Naif yang mengandalkan enam lagu yang dilanjutkan aksi Agrikulture, Tika, Ras Muhamad, serta Edo Wallad yang berturut-turut menyanyikan satu lagu.
Hingga akhirnya tepat pukul 22.00 WIB, The Rapture naik ke atas pentas. Mereka langsung menyapa, "You wanna really beraking down?" kata Luke dan langsung membuka pertunjukan dengan lagu Don't Go Do It, yang disusul Pieces Of The People We Love, Get Myself Into It, dan The Devil. Istimewanya, di sela lagu, sang keyboardist memainkan saksofon.
Ketika lagu Whoo! Alright - Yeah... Uh Huh dan House Of Jealous Lover dilantunkan, semua ikut bernyanyi. Tempat yang dipenuhi sekitar 500 orang tersebut terlihat terhanyut dalam suasana Bengkel Night Park di SCBD, Jakarta Selatan.
Tak ketinggalan juga, The Rapture mempersembahkan aksi spesial mereka. "Kalian siap?" ujar Luke langsung menampilkan aksi gitar dan bass solo yang dimainkan dengan sengaja fade in and out.
Bukan hanya musik dance punk yang mereka tampilkan. Lagu tempo lambat yang bercerita tentang cinta Open Up Your Heart juga dipersembahkan. Hingga akhirnya lagu baru Sail Away menutup konser. Namun tak lama lagu The Rapture kembali naik ke atas pentas setelah banyak teriakan penonton. Mereka memberi bonus dua lagu, salah satunya lagu terbaru berjudul No Sex For Ben di pukul 23.05 WIB.
Menteri: Jangan Sebut Mereka Gendut, Mereka Gemuk!
London - Menyebut orang gemuk dan bukan gendut akan lebih mungkin untuk memotivasi mereka menurunkan berat, kata menteri kesehatan masyarakat Inggris.
Para dokter dan pekerja kesehatan juga sangat khawatir dengan penggunaan istilah "gendut", kata Anne Milton. Tetapi melakukan itu dapat membantu mendorong orang memikul tanggung jawab pribadi mengenai gaya hidup mereka sendiri.
"Jika saya memandang cermin dan mengira saya kegemukan, saya kira saya tak terlalu khawatir (daripada) jika saya mengira saya gendut," kata Milton, mantan perawat, kepada stasiun radio BBC. "Pada akhirnya, kamu tak dapat melakukan itu terhadap mereka. Orang harus memiliki informasi."
Inggris memiliki salah satu angka kegemukan tertinggi di Eropa, dan tingkat tersebut telah secara tetap naik selama 10 tahun belakangan. Pada 2008, hampir seperempat orang dewasa dan 14 persen anak-anak dikategorikan kegemukan, demikian data dari Departemen Kesehatan.
Meskipun Steve Field dari Royal College of General Practitioners menyambut baik komentar Milton, Field mengatakan para dokter perlu lebih jujur kepada pasien mereka dan bukan memberitahu mereka apa yang ingin mereka dengar, Sebagian kelompok kesehatan memperingatkan agar istilah itu tidak digunakan.
"Orang tak ingin diserang. Ada banyak aib menjadi orang gendut," kata Lindsay Davies, presiden Faculty of Public Health di Inggris, yang mewakiliki profesional kesehatan masyarakat.
"Kegemukan adalah sesuatu yang terjadi pada manusia dan bukan sesuatu yang mereka alami."
Kegemukan tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga mengancam kesehatan.
Orang Asia yang kelebihan berat badan atau kegemukan lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker dibandingkan dengan orang yang memiliki berat normal, demikian hasil satu studi besar di Asia.
Kegemukan dianggap sebagai salah satu faktor risiko serangan kanker tertentu di Barat, tapi setakat ini belum jelas apakah penyakit itu menimbulkan risiko yang sama bagi orang Asia.
Studi juga sudah memperingatkan makin banyak anak Amerika bertubuh gemuk, dan mereka menghadapi resiko tewas lebih muda dibandingkan anak normal.
Para dokter dan pekerja kesehatan juga sangat khawatir dengan penggunaan istilah "gendut", kata Anne Milton. Tetapi melakukan itu dapat membantu mendorong orang memikul tanggung jawab pribadi mengenai gaya hidup mereka sendiri.
"Jika saya memandang cermin dan mengira saya kegemukan, saya kira saya tak terlalu khawatir (daripada) jika saya mengira saya gendut," kata Milton, mantan perawat, kepada stasiun radio BBC. "Pada akhirnya, kamu tak dapat melakukan itu terhadap mereka. Orang harus memiliki informasi."
Inggris memiliki salah satu angka kegemukan tertinggi di Eropa, dan tingkat tersebut telah secara tetap naik selama 10 tahun belakangan. Pada 2008, hampir seperempat orang dewasa dan 14 persen anak-anak dikategorikan kegemukan, demikian data dari Departemen Kesehatan.
Meskipun Steve Field dari Royal College of General Practitioners menyambut baik komentar Milton, Field mengatakan para dokter perlu lebih jujur kepada pasien mereka dan bukan memberitahu mereka apa yang ingin mereka dengar, Sebagian kelompok kesehatan memperingatkan agar istilah itu tidak digunakan.
"Orang tak ingin diserang. Ada banyak aib menjadi orang gendut," kata Lindsay Davies, presiden Faculty of Public Health di Inggris, yang mewakiliki profesional kesehatan masyarakat.
"Kegemukan adalah sesuatu yang terjadi pada manusia dan bukan sesuatu yang mereka alami."
Kegemukan tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga mengancam kesehatan.
Orang Asia yang kelebihan berat badan atau kegemukan lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker dibandingkan dengan orang yang memiliki berat normal, demikian hasil satu studi besar di Asia.
Kegemukan dianggap sebagai salah satu faktor risiko serangan kanker tertentu di Barat, tapi setakat ini belum jelas apakah penyakit itu menimbulkan risiko yang sama bagi orang Asia.
Studi juga sudah memperingatkan makin banyak anak Amerika bertubuh gemuk, dan mereka menghadapi resiko tewas lebih muda dibandingkan anak normal.
Zedonk, Kawin Silang Zebra dengan Keledai
Georgia: Ada seekor hewan unik yang menjadi pusat perhatian warga di Chestatee Wildlife Preserve, Dahloneg, Georgia Utara, Amerika Serikat, Sabtu (31/7). Zedonk atau zebra donkey nama hewan itu. Zedonk merupakan hasil perkawinan seekor keledai dengan kuda zebra.
Penampilannya seperti anak kuda pada umumnya. Namun kaki zedonk mirip ayahnya, seekor kuda zebra. Keledai dan zebra tak biasanya kawin. Tapi karena kedua hewan itu termasuk jenis kuda, maka terjadilah kawin silang.
Pemilik Chestatee Wildlife Preserve tak menyangka akan lahir seekor zedonk di tempatnya. Tadinya, dia menggabungkan kedua hewan itu dalam satu tempat lantaran keledai membuat zebra jadi lebih tenang.
Penampilannya seperti anak kuda pada umumnya. Namun kaki zedonk mirip ayahnya, seekor kuda zebra. Keledai dan zebra tak biasanya kawin. Tapi karena kedua hewan itu termasuk jenis kuda, maka terjadilah kawin silang.
Pemilik Chestatee Wildlife Preserve tak menyangka akan lahir seekor zedonk di tempatnya. Tadinya, dia menggabungkan kedua hewan itu dalam satu tempat lantaran keledai membuat zebra jadi lebih tenang.
Harta Karun Belitung Dipamerkan di Singapura
Samudra memang menyimpan sejuta misteri kepada manusia. Harta karun terpendam yang berasal dari Dinasti Tang (sekitar 618-907 Masehi) ditemukan pada 1998. Ada sekitar 60 ribu barang peninggalan dinasti tersebut.
Harta karun Dinasti Tang ini diperkirakan tenggelam pada abad kesembilan masehi. Singapura mengumumkan rencana untuk menampilkan pameran dan tur internasional dari penemuan tertua dan paling penting sepanjang arkeologi laut di abad ke-20. Koleksi peninggalan barang Dinasti Tang ini ditemukan di laut Kepulauan Belitung pada 1998.
Pameran ini menampilkan koleksi peninggalan barang-barang Dinasti Tang. Antara lain barang-barang keramik, kotak yang berisi koin-koin logam mulia, perak, dan benda emas. Terdapat pula jejak kehidupan yang menunjukkan bahwa kotak ini dimiliki oleh salah seorang anggota Dinasti Tang karena berisi obat, make-up, dupa, ataupun benda-benda berharga lainnya.
Pameran ini akan diadakan antara akhir 2010 hingga awal 2011 mendatang di Singapura.
Harta karun Dinasti Tang ini diperkirakan tenggelam pada abad kesembilan masehi. Singapura mengumumkan rencana untuk menampilkan pameran dan tur internasional dari penemuan tertua dan paling penting sepanjang arkeologi laut di abad ke-20. Koleksi peninggalan barang Dinasti Tang ini ditemukan di laut Kepulauan Belitung pada 1998.
Pameran ini menampilkan koleksi peninggalan barang-barang Dinasti Tang. Antara lain barang-barang keramik, kotak yang berisi koin-koin logam mulia, perak, dan benda emas. Terdapat pula jejak kehidupan yang menunjukkan bahwa kotak ini dimiliki oleh salah seorang anggota Dinasti Tang karena berisi obat, make-up, dupa, ataupun benda-benda berharga lainnya.
Pameran ini akan diadakan antara akhir 2010 hingga awal 2011 mendatang di Singapura.
Charly ST12 Bikin Kecewa Penyanyi Asli 'Keong Racun'
Sebagai penyanyi asli lagu dangdut koplo Keong Racun yang sekarang sedang ramai dibicarakan masyarakat, Lissa merasa kecewa. Pasalnya, Charly ST12 yang meneken kontrak dengan Kang Abuy sebagai pencipta lagu tidak melibatkan Lissa sama sekali. Dan Lissa pun merasa dirinya tidak dianggap.
"Charly merasa senang dengan lagu Keong Racun dan dia tertarik. Sampai akhirnya dia maksa untuk ketemu penciptanya aja dulu. Itu jam 1 pagi di Jakarta, sampai gedor-gedor pintu. Kita akhirnya subuh-subuh nganterin ke rumah Kang Abuy. Nah, kata Charly, yang penting ketemu penciptanya aja dulu. Akhirnya ketemu jam tigaan pagi," terang Lissa saat ditemui di Gedung Tifa, Jl. Kuningan Barat, Jakarta, Kamis (29/07).
Lissa melanjutkan jika selanjutnya terjadi pembicaraan meski tanpa ada kesepakatan kontrak. Dan Lissa rencananya akan menjadi penyanyi back vocal Charly.
"Akhirnya datang Kang Abuy. Awalnya Lissa mau dijanjiin jadi back vocal Charly atau diduetin, tapi ternyata Lissa nggak diikutsertakan. Sudah dari situ, belum ada kesepakatan, kontrak itu pembelian lagu, aransemen ulang, Charly malah memberikan kepada penyanyi lain," tuturnya.
Sebagai penyanyi pertama, Lissa sebenarnya tidak akan mempermasalahkan hal ini ke jalur hukum. Dia mengaku hanya merasa amat kecewa.
"Kang Abuy tiba-tiba nongol di infotainment. Tapi kita tidak seolah-olah kita ini sebagai penyanyi pertama nggak dianggap. Kita sih nggak ingin main jalur hukum. Hanya kecewa saja. Kata komposer, justru kalau bukan saya yang bawain lagu, Keong Racun nggak ada rohnya. Saya nggak apa-apa lah. Kecewa sih pasti. Awalnya saya sempat diiming-imingi akan diajak kerja sama sama Charly, entah jadi latar vokal atau diduetin, tapi ternyata nggak," tambah Lissa.
"Charly merasa senang dengan lagu Keong Racun dan dia tertarik. Sampai akhirnya dia maksa untuk ketemu penciptanya aja dulu. Itu jam 1 pagi di Jakarta, sampai gedor-gedor pintu. Kita akhirnya subuh-subuh nganterin ke rumah Kang Abuy. Nah, kata Charly, yang penting ketemu penciptanya aja dulu. Akhirnya ketemu jam tigaan pagi," terang Lissa saat ditemui di Gedung Tifa, Jl. Kuningan Barat, Jakarta, Kamis (29/07).
Lissa melanjutkan jika selanjutnya terjadi pembicaraan meski tanpa ada kesepakatan kontrak. Dan Lissa rencananya akan menjadi penyanyi back vocal Charly.
"Akhirnya datang Kang Abuy. Awalnya Lissa mau dijanjiin jadi back vocal Charly atau diduetin, tapi ternyata Lissa nggak diikutsertakan. Sudah dari situ, belum ada kesepakatan, kontrak itu pembelian lagu, aransemen ulang, Charly malah memberikan kepada penyanyi lain," tuturnya.
Sebagai penyanyi pertama, Lissa sebenarnya tidak akan mempermasalahkan hal ini ke jalur hukum. Dia mengaku hanya merasa amat kecewa.
"Kang Abuy tiba-tiba nongol di infotainment. Tapi kita tidak seolah-olah kita ini sebagai penyanyi pertama nggak dianggap. Kita sih nggak ingin main jalur hukum. Hanya kecewa saja. Kata komposer, justru kalau bukan saya yang bawain lagu, Keong Racun nggak ada rohnya. Saya nggak apa-apa lah. Kecewa sih pasti. Awalnya saya sempat diiming-imingi akan diajak kerja sama sama Charly, entah jadi latar vokal atau diduetin, tapi ternyata nggak," tambah Lissa.
Langganan:
Postingan (Atom)



