Kamis, 24 Desember 2009

lirik lagu hyde




Evergreen
oleh: Hyde

mado no naka no boku wa
gurasu no mizu ni
sashita hana no you


awai hizashi ni yurete
madoromi no soko
kizuku natsu no kehai


mujou na tokei no hari wo
itami no bun dake
modosetanara
aa, okashi na kimi to no hibi wo
afureru kurai
nagamerunoni

This scenery is evergreen
midori no ha ga irozukiyuku
komorebi no shita de
kimi ga naiteiru


yasashii kisetsu wo yobu
karen na kimi wa
mujaki ni natsuite
sotto karada ni nagareru
kurusi mitai ni
toketeitta ne


This scenery is evergreen
hakanai hodo togiresou na
sono te wo tsunaide
hanasanai you ni


This scenery is evergreen
kawaisou ni utsumuiteru
kanashii hitomi wo
nugutte agetainoni


chikazuku owari ni
kotoba hitotsu iidasenai
This scenery is evergreen
itoshii hito yo


Evergreen (english Ensemble)
oleh: Hyde
 
I lie awake beside the windowsill
Like a flower in a vase
A moment caught in glass.. Mmm

The rays of sunlight come and beckon me..
To a sleepy dreamy haze
A sense of summer days.. aa

If only I could stop the flow of time
Turn the clock to yesterday
Erasing all the pain.. mm

I've only memories of happiness
Such pleasure we have shared
I'd do it all again

This scenery is evergreen
As buds turn into leaves
the colours live and breathe
This scenery is evergreen
Your tears are falling silently

So full of joy you are a child of spring
With a beauty that is pure
An innocence endures.. aa

You flow right through me like a medicine
Bringing quiet to my soul
Without you I'm not whole

This scenery is evergreen
I need you far too much
I long to feel your touch
This scenery is evergreen
You've always been so dear to me

This scenery is evergreen
It sorrows at the sight of seeing you so sad
This scenery is evergreen
I wish that I could dry your tears

The bells have rung the time has come
I cannot find the words to say my last goodbye
This scenery is evergreen
You've always been so dear too me

Sabtu, 12 Desember 2009

Koike Teppei to Star As a Well-Known Comedian


Kalau menyebut nama Koike Teppei, pasti yang langsung diingat adalah seorang aktor muda berbakat yang telah mencatat reputasi mengkilap di layar kaca serta kerap tampil bersama Wentz Eiji.




Kabar terakhir menyebutkan, personil WaT yang dikenal berkat akting memikatnya di dua sekuel Team Medical Dragon alias Iryu tersebut terpilih sebagai bintang utama film layar lebar Homeless Chugakusei yang diambil dari otobiografi komedian asal Kirin Tamura Hiroshi.



Di negeri Sakura sendiri, Homeless Chugakusei adalah buku terlaris di tahun 2007 sehingga tak heran ketika diumumkan bakal dijadikan proyek film di bulan Desember silam, banyak yang penasaran siapa-siapa saja yang bakal terlibat didalamnya.



Sayangnya selain Teppei, yang bakal memerankan tokoh Tamura, baru satu nama lain yang sudah dipastikan bakal terlibat yaitu sutradara Furumaya Tomoyuki sementara untuk pemeran lain lain belum diketahui.



Menurut rencana, proses syuting telah dimulai di Okinawa pada bulan Maret 2008 dan diperkirakan selesai pada akhir April. Setelah semuanya rampung di bulan Juni, Homeless Chugakusei siap dirilis ke seluruh bioskop Jepang pada musim semi.....

Rabu, 09 Desember 2009

Dicky Cheung


Name: Zhang Wei Jian/Cheung Wai Kin ( 张卫健 )


English name: Dicky

Gender: Male

Birthdate: February 8, 1965

Chinese zodiac: Snake

Astrological sign: Aquarius

Birthplace: Hong Kong

Origin: Shanghai, China

Blood type: O

Height: 170 cm

Education: St. Francais Xaviers College

Religion: Christianity

Family: Mother; two younger brothers

Steady girlfriend: Actress Cheung Sai/Zhang Qian

Hobbies: Listening to different CDs; watching movies

Favorite actors: Chow Yun Fat; Tom Hanks

Favorite foods: Japanese gourmet; steamed fish; roast; gong zi noodles (?)

Favorite sport: Soccer

Favorite colors: White; yellow; light coffee; rice-colored

Favorite animals: Cats and dogs

Favorite characteristics in a lover: Long feet; thin/skinny

Most feared animal: Cockroaches

Entrance into show biz: 1984 New Singer Championship winner



Some of his TV series:



Ri Yue Shen Jian

Ji Ling Xiao Bu Dong (Smart Kid)

Tian Xia Wu Shuang/Ji Xiang Ru Yi

Shao Nian Ying Xiong Fang Shi Yu

Lu Ding Ji/Xiao Bao Yu Kang Xi (Duke of Mount Deer 2000)

Gongfu Soccer

Shao Nian Zhang San Feng

Liang Shen

Ju Bao Pen

Wu Dang

Qi Tian Da Sheng Su Wu Kong

Magic Chef

Pemeran The Great Queen Seon Deok Kena Flu Babi


Swine flu alias flu babi mampu menggegerkan dunia hiburan Asia, tidak sedikit selebritis benua Kuning yang terinfeksi.


Aktor terakhir yang menjadi korban adalah Kim Nam-gil, salah satu pemeran utama serial The Great Queen Seon Deok yang ditayangkan Indosiar. Keruan saja, kejadian ini membuat para kru dan fans kuatir.

Menurut salah seorang perwakilan pihak produksi pada tanggal 19 November 2009 silam, Nam-gil dinyatakan positif terkena flu babi setelah kedapatan mengalami demam yang disusul batuk pada dua hari sebelumnya paska syuting secara intensif selama seminggu terakhir.

Saat kabar ini diturunkan, aktor kelahiran 1981 itu dikabarkan tengah beristirahat di rumah sambil mendapat perawatan intensif. "Kejadian ini sangat disayangkan, tapi Nam-gil bakal segera kembali syuting setelah sembuh," tutur juru bicara produksi The Great Queen Seon Deok.

Absennya aktor yang sebelumnya menggunakan nama Lee Han tersebut membuat tim produksi harus memodifikasi naskah, mengingat sosok Bidam yang diperankan memegang peranan penting di kelanjutan kisah The Great Queen Seon Deok yang telah memasuki episode-episode akhir.

Kejadian yang menimpa Nam-gil sendiri bukanlah untuk pertama kalinya. Sebelumnya, ia sempat cedera saat syuting adegan menunggang kuda di bulan Oktober 2009 silam. Cepat sembuh ya......

Kim Nam Gil the next Ha Jeong Woo…


Nama Kim Nam Gil sekarang jadi household semenjak karirnya menanjak lewat drama Queen Seon Deok yang makin ke sini ratingnya makin tinggi mengalahkan drama lainnya, di drama kolosal itu dia berperan sebagai Bidam.


Menurut kabar yang berseliweran di media Korea, saat ini dia adalah aktor dengan urutan nomor satu untuk kasting film. Bahkan sudah ada dua film yang akan dibintangi olehnya.


Ketenarannya adalah sebuah refleksi ketenaran Ha Jeong Woo yang pada tahun 2007 karirnya menanjak dan juga maraih ketenaran sama seperti Kim Nam Gil karena kemampuan aktingya yang superb!


Wow…dua-duanya aktor kesukaan gue. Pertama bukan karena muka mereka ya? Klo muka mereka boleh dibilang gak terlalu cakep, cuman punya karisma tersendiri yang bikin gue gak bosen liat akting mereka. Gue mengenal sosok Kim Nam Gil beberapa tahun yang lalu ketika kancah film Korea di ributkan tentang film indie yang mengangkat kisah ‘gay’ ke perfilman Korea yang berjudul ‘No regret’. Gue langsung terpesona sama aktingnya, kemudian ketika drama ‘Lover’ tayang di tv asing, bukan Lee Seo Jin yang jadi topik pembicaraan gue ma nyokap, tapi gangster muda yang polos soal percintaan yang diperanin sama Kim Nam Gil, terlebih lagi dalam film ‘Portrait Of Beauty’ yang keluar tahun lalu, aktingnya makin bagus dan berkembang ketika meranin tokoh Kang Mu, gue suka banget . Kerja kerasnya kebayarlah kalau sekarang dia jadi aktor nomor satu…:) menggantikan cowok-cowok keren yang masih pada di kamp militer.

Mengenal Pemain The Great Queen Seon Deok dan Perwatakannya

Pertama kali menonton, kemungkinan besar Anda akan bingung membedakan wajah, nama, dan karakter yang begitu banyak. Supaya Anda tak bingung, Bintang jelaskan beberapa karakter utama plus gambar skema hubungan tokoh-tokoh penting di QSD.



PUTRI DEOK MAN/RATU SEON DEOK (LEE YO WON)



Deok Man, putri Raja Jinpyeong yang terlahir kembar dengan Putri Chonmeyong, dan diasingkan ke luar istana. Terbiasa hidup di padang pasir dan bertemu orang-orang asing saat masih kecil membuat Deok Man tumbuh menjadi gadis kuat dan tahan dalam segala situasi. Terkadang ia lugu hingga mudah dibohongi, namun sebenarnya kecerdasannya luar biasa. Sejak kecil ia haus akan pengetahuan dan suka menerjemahkan buku-buku yang didapatnya dari orang-orang asing yang mampir ke kedainya di padang pasir. Ketika masuk ke lingkungan istana saat berusia 15 tahun ia perlu belajar banyak tentang cara hidup di kerajaan yang selama ini tak pernah dibayangkannya

Sejarah mencatat, Seon Deok bukan hanya ratu pertama di Korea, juga berhasil meletakkan pondasi bersatunya tiga kerajaan di bawah kekuasan Shilla.



MI SHIL (GO HYEON JEONG)



Sebelum Ratu Seon Deok berkuasa, Mi Shil satu-satunya perempuan yang berhasil memberi pengaruh kuat pada jalannya pemerintahan. Dia menjadi penasihat Raja dan pasukan elit istana, Hwarang. Menggunakan kecantikan dan kecerdikannya mendekati Raja Jinheung, juga memperdayai Raja Jinpyeong. Mi Shil tak segan menggunakan taktik menjalin hubungan asmara demi melancarkan aksinya merebut kekuasaan. Dia memiliki tiga putra dari tiga pria berbeda, dari Raja Jinji, Seol Won, dan Se Jong. Semua putra dan pasangannya juga berada di bawah pengaruh kekuasaan Mi Shil.



KIM YU SHIN (EOM TAE WOONG)



Kim Yu Shin, seorang jenderal dinasti Shilla yang terkenal dengan keberanian dan kemampuannya dalam berperang. Jenderal tampan ini pula yang menjadi pimpinan pasukan elit Hwarang. Pandangannya yang jauh ke depan dalam mempersatukan tiga negara di bawah kekuasaan kerajaan Shilla, membuat Ratu Seon Deok menaruh kepercayaan besar. Kedekatannya dengan Ratu Seon Deok sebenarnya berpotensi melaju ke arah romantisme.



PUTRI CHEONMYEONG (PARK YE JIN)



Sebagai putri kembar Raja Jinpyeong, ia lebih beruntung karena Raja memilihnya untuk diasuh di lingkungan kerajaan. Meski tampak kalem, Cheonmyeong memiliki karisma dan kecerdasan. Namun hasutan Mi Shil yang mengatakan dialah pembawa nasib sial bagi kerajaan membuatnya memilih menjadi biksu agar terlepas dari segala konflik. Mi Shil berhasil membuatnya percaya, dialah sumber pembawa sial yang membuat Raja Jinpyeong terus kehilangan anak lelaki.



BI DAM (KIM NAM GIL)



Bi Dam, putra hasil hubungan Mi Shil dengan Raja Jinji. Sejak bayi, Mi Shil tak memedulikan Bi Dam karena bayi itu tak mampu membuat Raja Jinji mengangkatnya menjadi ratu. Saat tumbuh dewasa, Bi Dam pun berpihak pada Putri Deok Man. Tapi karena merasa Deok Man lebih memercayai Kim Yu Shin ketimbang dirinya, Bi Dam justru memimpin pemberontakan melawan Kim Yu Shin.

The Great Queen Seon Deok Episode 16


Kebencian yang membara nyaris saja membuat Deok Man menusuk Chil Sook dengan belati sampai ia sadar kalau penglihatan pria itu sudah rabun. Sempat menanyakan apakah Deok Man (Lee Yo-won) tidak apa-apa, Chil Sook (Ahn Kil-kang) langsung pergi terburu-buru begitu mendengar suara-suara orang mencarinya. Rupanya, kehebohan disebabkan oleh menghilangnya So Hwa (Seo Young-hee), yang belakangan bisa ditemukan kembali.


Seo Ri berkata So Hwa pasti tersesat. So Hwa mengenal benar tempat itu karena dulu ia dan Raja Jinpyeong sering bermain disitu. Deok Man mengikuti Chil Sook. Chil Sook menanyakan So Hwa dan lega saat So Hwa ditemukan. Dayang istana melihat Deok Man dan bertanya apa yang ia lakukan di tempat ini karena ini tempat khusus wanita. Deok Man berkata ia mencurigai sesuatu dan sebagai Nang Do ia harus memeriksa. Deok Man tetap diminta untuk pergi.


Belum tahu kalau ibunya masih hidup, Deok Man cuma bisa termenung sambil meneteskan air mata, ia sadar kalau Mi Shil-lah yang mengirim Chil Sook untuk memburunya saat di padang gurun. Semakin penasaran tentang jati dirinya, keesokan paginya, Deok Man menemui Putri Cheon Myeong. Sedang sang putri bersandiwara dengan berlaku dingin pada Deok Man. Deok Man minta waktu bertemu. Deok Man lapor pada Cheon Myeong bahwa Chil Sook sudah kembali ke Seorabol. Cheon Myeong kaget. Deok Man berkata bahwa tugas Chil Sook adalah untuk menangkapnya. Deok Man tidak tahu alasannya, itulah yang akan ia cari, itulah alasan mengapa ia pergi ke Shilla untuk menemukan alasan dan identitasnya yang sebenarnya.


Deok Man memperlihatkan lukisan So Hwa pada Cheon Myeong dan berkata So Hwa adalah ibunya. Deok Man ingin Mi Shil mengaku padanya mengapa ia ingin membunuh ibunya dan dirinya.

Deok Man berkata Chil Sook ada di Kaputren. Cheon Myeong heran, Kaputren ‘kan hanya untuk wanita, tidak mungkin pria dapat masuk. Deok Man yakin ada jalan rahasia jadi ia berharap Cheon Myeong masuk dan mencari informasi untuknya. Sang Putri setuju.

Cheon Myeong mengembalikan lukisan So Hwa. Saat mengemasnya lagi, secara tidak sengaja, Sang Putri melihat belati kecil Deok Man (milik Raja Jinheung) jatuh. Cheon Myeong memungutnya dan berkata apa ini milik Deok Man dan dia mengagumi keindahan belati itu. Deok Man mengiyakan.

Pagi harinya, Pendeta Seo Ri (Song Ok-sook) meminta Raja Jinpyeong (Jo Min-ki) untuk upacara ritual untuk menghindari bencana dari Langit. Seperti yang sudah diduga, Mi Shil-lah yang diminta sebagai penanggung jawab. Setelah sekian tahun hidup damai, keruan saja berita tentang bakal diadakannya upacara ritual menjadi bahan pembicaraan yang meresahkan rakyat.

Pasalnya, upacara kerap diiringi sejumlah kejadian yang tidak bisa dijelaskan. Kubu Raja Jinpyeong sendiri sadar upacara ritual kerap digunakan oleh pihak Mi Shil untuk mengajukan permintaan yang tidak masuk akal. Repotnya lagi, apa yang diramalkan Mi Shil tidak pernah meleset.

Setelah mendapat petunjuk dari Pendeta Wyol Cheon, Mi Saeng (Jung Woong-in) telah menyiapkan rancangan strategi untuk membuat rakyat tunduk dengan menggunakan patung Buddha dan kacang kedelai mentah. Dibalik gayanya yang santai dan ketidakmampuan di bidang bela diri, Mi Saeng rupanya memiliki otak brilian dan mampu memikirkan hal yang belum bisa dipikirkan oleh dimasanya.

Begitu mendapat kesempatan bersama Mi Shil, Deok Man tanpa henti bertanya pada sang pemegang segel kerajaan tentang banyak hal, yang dijawab Mi Shil dengan sabar. Yang menarik, Mi Shil punya konsep menarik tentang penguasa : sampai kapanpun, seorang raja tidak akan mampu memenuhi keinginan rakyatnya yang begitu beragam.

Kebersamaan dengan Mi Shil membuat Deok Man mulai mendapat banyak hal dari wanita yang disebut-sebut sebagai harta sekaligus racun kerajaan Shilla tersebut, namun ia langsung terbelalak saat Mi Shil menyebut tidak percaya dengan apa yang dinamakan ‘Kehendak dari Langit.’

Di tengah rapat para hwarang, Putri Cheon Myeong mengajukan diri untuk mendampingi Mi Shil dalam mempersiapkan upacara ritual dan menunjuk Yu Shin (Uhm Tae-woong) sebagai pembantu utamanya. Setelah rapat selesai, Yu Shin dipanggil untuk menghadap Mi Shil.


Mi Shil berkata, dalam ritual ini ia selalu mendapat wahyu dari surga. Ia membujuk Kim Yu Shin untuk bergabung di pihaknya. Dengan gayanya yang khas, Mi Shil mengingatkan akan nasib bangsa Gaya sambil mengingatkan Yu Shin untuk tidak menjadikan dirinya sebagai musuh. Kim Yu Shin merasa berterima kasih tapi hanya ada satu cara membuat Kim Yu Shin bergabung dengan Mi Shil, yaitu Mi Shil harus membunuhnya. Kim Yu Shin hanya akan bergabung dengan Mi Shil kalau ia mati.


Yu Shin membuat Mi Shil marah, ia bertanya apa Kim Yu Shin tahu jalan apa yang akan ditempuhnya di masa depan. Yu Shin berkata ia belum memutuskan jalannya. Yu Shin permisi pergi setelah sebelumnya meminta Mi Shil tidak mengancam ayahnya dan Putri Cheon Myeong. Mi Shil berkata tidak peduli sebesar apapun seseorang, ia memerlukan bantuan dari kuasa yang lebih tinggi atau surga. Mi Shil menulis 3 karakter bahasa Cina, Ren (Orang), Li (Kekuatan), dan Kou (Mulut), kombinasi ketiga karakter ini membentuk Ga Ya. Kim Yu Shin tidak peduli dan pergi.

Bo Jong masuk dan tidak akan melepaskan Yu Shin. Mi Shil memintanya melepaskan masalah ini. Mi Shil dapat melihat Kim Yu Shin akan menjadi orang besar. Dia tahu Yu Shin tidak takut padanya.

Deok Man dan Yu Shin berjalan di selasar. Yu Shin berkata ia akan bertugas sebagai Jae Rang. Deok Man senang, itu berarti Yu Shin memiliki kesempatan menyelidiki tempat itu. Deok Man berkata, ada satu tempat di Royal Celestial Shrine yang hanya diketahui oleh Mi Shil. Kim Yu Shin bertanya mengapa Deok Man meminta bantuan Cheon Myeong, bukan dirinya.

Ritual dimulai. Strategi Mi Shil memang luar biasa, ia mampu membuat para anggota keluarga kerajaan, terutama Putri Cheon Myeong, dan rakyat bertekuk-lutut dengan meramalkan munculnya patung Buddha dari dalam tanah di wilayah Nahjong.

Mengaku mendapat perintah dari Langit, Mi Shil meminta Raja Jinpyeong untuk mengusir bangsa Gaya dari pinggiran kota Seorabol. Tidak main-main, bila kehendak dari Langit itu tidak dituruti, maka dalam waktu tiga hari bakal terjadi gerhana bulan.

Deok Man dan Yu Shin tidak percaya begitu saja, namun keduanya terkejut saat di tempat terpisah, mereka sama-sama melihat bulan menghilang untuk sesaat, yang sekaligus menjadi bukti kalau ramalan Mi Shil telah menjadi kenyataan. Dengan lemas, Deok Man melangkah ke kediaman Mi Shil untuk meneruskan tugasnya menerjemahkan buku berbahasa Latin.

Siapa sangka, Mi Shil malah menyampaikan hal mengejutkan : ia sudah tahu kalau Deok Man adalah mata-mata Putri Cheon Myeong. Tidak ragu menyebut kalau bunga Sadaham adalah buku penanggalan tentang kejadian alam yang bakal terjadi, Mi Shil menantang Deok Man dan kubu Putri Cheon Myeong untuk melawannya.

Di tempat terpisah, Putri Cheon Myeong berlutut di kuil sambil menangis, ia mengira kalau Mi Shil benar-benar utusan dari langit sehingga tidak bisa dikalahkan. Ditengah kesedihannya, tiba-tiba tangan Putri Cheon Myeong dibelai dengan lembut oleh seorang wanita.